Semarang  - Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Jawa Tengah membuka posko bencana untuk menyalurkan berbagai bantuan dari masyarakat kepada para korban banjir dan tanah longsor yang terjadi di beberapa kabupaten/kota.

"Kami siap menerima penyaluran bantuan dari masyarakat maupun kader untuk di salurkan kepada korban bencana di sejumlah kabupaten/kota," kata Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah Wisnu Suhardono di Semarang, Minggu.



Menurut dia, pembukaan posko bencana mulai hari ini di kantor DPD Partai Golkar Jateng dan penyaluran bantuan tersebut sebagai bentuk nyata kepedulian partai berlambang pohon beringin kepada masyarakat terdampak bencana.

Ia menginstruksikan kepada seluruh kader Partai Golkar di tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk terjun langsung ke lapangan bersama petugas SAR, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan TNI-Polri dalam membantu korban.

"Kepada DPD Partai Golkar kabupaten/kota agar mengoordinasikan dan melaporkan kondisi wilayah masing-masing kepada DPD provinsi serta turun ke lapangan," ujarnya.

Sekretaris DPD Partai Golkar Jateng Ferry Wawan Cahyono menambahkan pihaknya siap menerima dan menyalurkan bantuan, baik berupa uang maupun barang seperti makanan serta pakaian kepada para korban bencana.

"Kami juga mengharapkan para petugas dan sukarelawan segera mengevakuasi, memberi pertolongan, dan rehabilitasi terhadap masyarakat serta wilayah yang terkena bencana," katanya.

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Antara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa korban tewas akibat banjir dan longsor di 16 kabupaten serta kota di Jawa Tengah menjadi 35 orang.

"Jumlah korban akibat banjir dan longsor di Jawa Tengah bertambah menjadi 35 orang tewas hingga Minggu pukul 17.30 WIB, dari jumlah korban tewas sebelumnya sebanyak 31 orang," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

Dari 35 korban tersebut, sebanyak 31 orang tewas akibat longsor dan empat korban tewas akibat hanyut luapan air banjir.

Sementara itu, 25 orang masih dinyatakan hilang, 14 orang luka-luka, ratusan rumah rusak, dan kerugian ekonomi diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Kabupaten Purworejo menjadi daerah yang paling parah terdampak longsor, bencana terjadi di lima lokasi, yakni di Desa Karangrejo, Kecamatan Loano, Desa Pacekelan, Kecamatan Purworejo, Desa Jelog, Kecamatan Kaligesing, Desa Sidomulyo, Kecamatan Purworejo, dan Desa Donorati, Kecamatan Purworejo.

Selain itu, Kabupaten Purworejo juga menjadi wilayah bencana yang paling banyak memakan korban, yakni 19 orang tewas, 25 orang hilang, dan 11 orang luka-luka.

Sementara itu, saat ini sebanyak enam orang dinyatakan tewas dan tiga luka-luka di Banjarnegara, tujuh tewas di Kebumen, satu tewas di Sukoharjo, satu tewas di Rembang dan satu tewas di Banyumas.

Sumber : http://www.antaranews.com