Semarang – Komitmen Pemerintah untuk menetapkan kebijakan pro investasi bisa menjadi salah satu penarik minat pengusaha untuk membangun perekonomian di daerah tersebut, karena itu Presiden Direktur PT. Satria Ganareksa Wisnu Suhardono berharap komitmen pemerintah untuk segera membuat regulasi yang mempermudah investasi segera diterapkan

Ketika dimintai pendapatnya pada acara Workshop “Penguatan Jejaring Usaha Alumni Undip” di Gedung ICT, Kampus Undip Tembalang, Sabtu (06/05), Wisnu menegaskan agar pemerintahan termasuk di dalamnya SOPD bisa bersinergi untuk mewujudkan iklim perekonomian yang cepat agar para pengusaha juga mendapatkan kepastian dalam berinvestasi

Karena itulah Wisnu menegaskan harus ada sinergitas antara pengusaha dengan masyarakat jika ingin memajukan investasi. Pemerintah diharap bisa mengeluarkan kebijakan yang bisa memudahkan pengusaha untuk berinvestasi sementara masyarakat jangan sampai terprovokasi isu yang tidak bertanggungjawab jika ada pengusaha yang akan berinvestasi di wilayah mereka, begitu juga skema infrastruktur pendukung bisnis harus disesuaikan dengan iklim investasi di Jateng, karena itu selaku pengusaha dirinya mengaku siap jika diminta saran tentang cara memajukan perekonomian di wilayah tersebut

“Pengusaha akan merasa aman jika ada kepastian usaha, tentunya semua itu tergantung dari kebijakan pemimpinnya,” imbuh Wisnu yang juga merupakan Ketua Umum Partai Golkar Jateng tersebut

Pandangan Wisnu tersebut karena didasari atas angka kemiskinan di Jateng yang mencapai 13,19 persen jauh diatas angka kemiskinan nasional 11,13 persen. Hal ini merupakan warning karena bagaimana bisa pemerintah Provinsi yang hanya menopang satu propinsi angka kemiskinannya jauh lebih tinggi daripada pemerintah pusat yang menopang 33 propinsi lain, tutupnya.

Sebagaimana dikerahui Workshop “Penguatan Jejaring Usaha Alumni Undip” dihadiri oleh 100 orang peserta yang terdiri dari 60 orang wirausahawan alumni Undip dan 40 orang mahasiswa Undip yang saat ini menjalani bisnis.

Sumber : hariansemarang.com