Semarang - Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Jawa Tengah, Wisnu Suhardono, menyebut sudah ada tiga partai politik yang siap mendukung dirinya untuk maju sebagai bakal calon gubernur Jateng.

"Yang komunikasi, tiga (parpol,Red). Tapi tanyakan pada ketua-ketua parpol provinsi, kalau saya ngomong kan nggak baik. Alhamdulillah tiga sudah. Bahkan itu di level ketua umum," kata Wisnu ditemui ketika hadir di pelantikan empat bupati dan wali kota serta wakilnya, di gedung Gradhika Bhakti Praja, komplek kantor Gubernur Jateng, Senin (22/5/2017).

Namun ia belum bersedia menyebutkan, partai apa saja yang sudah melakukan komunikasi intensif terkait wacana pencalonannya di Pilgub Jateng.

"Tanyakan saja ke masing-masing ketua partai-partai provinsi siapa yang sudah komunikasi dengan Golkar," katanya.

Yang jelas, kata Wisnu, ketiga partai politik yang sudah menjalin komunikasi itu jika dijumlah seluruh perolehan kursi di DPRD Jateng, sudah memenuhi syarat minimal 20 persen untuk mengusung calon.

"Sudah Alhamdulillah, sudah lebih dari cukup, cukup banget," ujarnya.

Meski tak menyebutkan parpol mana saja yang sudah menjalin komunikasi, tapi Wisnu memberikan gambaran bahwa parpol tersebut terdiri dari sejumlah partai yang memiliki berbagai ideologi. "Paling tidak dua (ideology,red) agamis, dua nasionalis," katanya.

Akan tetapi, lanjutnya, sejumlah partai yang sudah menjalin komunikasi intensif tersebut belum sampai pada tahap kesepakatan bersama untuk kerjasama. Sebab, ia mengaku sampai saat ini dirinya belum memberi jawaban apakah bersedia maju ataukah tidak.

"Tapi belum (di level kesepakatan antar partai,Red), lha wong saya belum iya, mereka mau bersama Golkar apabila Golkar mengusung saudara Wisnu Suhardono, itu prinsipnya. Tapi kan saya belum," ujarnya.

Wisnu mengatakan, sampai saat ini untuk internal partai Golkar di Jateng sudah bulat mendukung dirinya untuk maju sebagai calon gubernur. Semua DPD II Golkar kabupaten dan kota di Jateng sudah menyampaikan surat ke DPP Golkar agar DPP menugaskannya sebagai calon Gubernur Jateng.

"Tapi belum saya jawab, tunggu dulu, lihat nanti," katanya.

Ia mengaku, sampai saat ini memang belum memberikan jawaban dengan alasan ingin melakukan 'istikharah' dulu. Setidaknya, kata Wisnu, perlu waktu 40 hari dan saat ini baru masuk sekitar 36 hari untuk menjawab apakah dirinya bersedia ataukah tidak.

"Bukan ragu, harus istikharah dulu untuk diri saya sendiri, harus tanya ke istri dan anak, harus tanya ke partner-partner bisnis saya yang perusahaan-perusahaan asing, gitu dong," katanya.(*


Sumber : http://jateng.tribunnews.com