Alumni UNDIP Dukung Wisnu Suhardono Mencalonkan Gubernur Jateng

Semarang - “Pembekalan bagi para calon wirausahawan muda memang diperlukan. Pasalnya, agar saat lulus studi tidak menjadi job seeker (pencari kerja), tapi mampu membuka lapangan kerja baru melalui berbagai jenis usaha.”

Pokok pikiran itulah yang disampaikan oleh Wisnu Suhardono selaku keynote speaker dalam acara Worskhop Penguatan Jejaring Usaha Alumni Universitas Diponegoro di Gedung ICT lantai 5 Kampus Undip Tembalang, Sabtu (6/5). Pada acara bertajuk “Menciptakan Iklim Wirausaha untuk Mewujudkan Kesejahteraan di Jawa Tengah” itu Wisnu menyampaikan pokok-pokok pikiran upaya nyata peran wirausaha muda untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Jawa Tengah.

Wisnu Suhardono adalah seorang pengusaha besar sekaligus ketua Golkar Jateng. Dalam acara yang diselenggarakan oleh Direktorat Komunikasi dan Hubungan Alumni itu Wisnu yang juga merupakan alumnus Undip, diusulkan oleh para peserta untuk “nyalon” sebagai Gubernur Jawa Tengah tahun depan. Sepak terjangnya dalam dunia politik dan bisnis selama beberapa tahun membuatnya dipandang layak oleh banyak orang untuk maju memperebutkan kursi Jateng 1.

Abdul Syakur sebagai moderator menegaskan jika memang Wisnu mantap maju menuju kursi Jateng 1, ia diharapkan agar serius menggarap program-program yang nyata salah satunya meningkatkan peran serta wirausahawan muda, para pengusaha muda dan pebisnis, agar kesejahteraan masyarakat di Jawa Tengah semakin meningkat.

Selain Wisnu, pembicara lain dalam acara tersebut adalah Ferry Firmawan, Ketua HIPMI Jawa Tengah yang menyampaikan strategi dan kiat-kiat memulai usaha bagi para calon pengusaha muda. Ada pula Benny Ohorella satu-satunya pembicara yang hanya bergelar ST, namun saat ini menjabat sebagai CEO PT Jakarta Sofware (JakSoft). Pembicara terakhir, Joeli Koeswardani SE MM, yang merupakan pimpinan BNI Cabang Semarang ini, yang tak lain adalah Alumni Fakultas Ekonomi Undip.

Acara tersebut dihadiri para alumni Undip yang sudah memiliki usaha, baik bidang jasa maupun produksi, mahasiswa dari UKM Research and Bussiness (RnB), mahasiswa peserta program PMW, para mahasiswa dan penglola UBEC (Undip Bussines Enterpreneship Centre), mahasiswa penerima Hibah Dikti PKMK, dosen pendamping kegiatan kewirausahaan mahasiswa serta para Wakil Dekan III Bidang Komunikasi, Bisnis dan Alumni.

Sumber  : http://inibaru.id

Semarang – Komitmen Pemerintah untuk menetapkan kebijakan pro investasi bisa menjadi salah satu penarik minat pengusaha untuk membangun perekonomian di daerah tersebut, karena itu Presiden Direktur PT. Satria Ganareksa Wisnu Suhardono berharap komitmen pemerintah untuk segera membuat regulasi yang mempermudah investasi segera diterapkan

Ketika dimintai pendapatnya pada acara Workshop “Penguatan Jejaring Usaha Alumni Undip” di Gedung ICT, Kampus Undip Tembalang, Sabtu (06/05), Wisnu menegaskan agar pemerintahan termasuk di dalamnya SOPD bisa bersinergi untuk mewujudkan iklim perekonomian yang cepat agar para pengusaha juga mendapatkan kepastian dalam berinvestasi

Karena itulah Wisnu menegaskan harus ada sinergitas antara pengusaha dengan masyarakat jika ingin memajukan investasi. Pemerintah diharap bisa mengeluarkan kebijakan yang bisa memudahkan pengusaha untuk berinvestasi sementara masyarakat jangan sampai terprovokasi isu yang tidak bertanggungjawab jika ada pengusaha yang akan berinvestasi di wilayah mereka, begitu juga skema infrastruktur pendukung bisnis harus disesuaikan dengan iklim investasi di Jateng, karena itu selaku pengusaha dirinya mengaku siap jika diminta saran tentang cara memajukan perekonomian di wilayah tersebut

“Pengusaha akan merasa aman jika ada kepastian usaha, tentunya semua itu tergantung dari kebijakan pemimpinnya,” imbuh Wisnu yang juga merupakan Ketua Umum Partai Golkar Jateng tersebut

Pandangan Wisnu tersebut karena didasari atas angka kemiskinan di Jateng yang mencapai 13,19 persen jauh diatas angka kemiskinan nasional 11,13 persen. Hal ini merupakan warning karena bagaimana bisa pemerintah Provinsi yang hanya menopang satu propinsi angka kemiskinannya jauh lebih tinggi daripada pemerintah pusat yang menopang 33 propinsi lain, tutupnya.

Sebagaimana dikerahui Workshop “Penguatan Jejaring Usaha Alumni Undip” dihadiri oleh 100 orang peserta yang terdiri dari 60 orang wirausahawan alumni Undip dan 40 orang mahasiswa Undip yang saat ini menjalani bisnis.

Sumber : hariansemarang.com

35 DPD II Golkar Jateng Dukung Wisnu Suhardono Jadi Cagub

Solo – Sebanyak 35 DPD II Partai Golkar se-Jawa Tengah secara bulat mendukung Ketua DPD I Jawa Tengah (Jateng) Wisnu Suhardono sebagai calon gubernur pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018.

Dukungan ini disampaikan pada Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD Partai Golkar Jateng di The Hotel Sunan Solo di Jl. Ahmad Yani Solo, Sabtu (29/4/2017) malam.

Rapat yang dihadiri ketua dan sekretaris 35 DPD II Partai Golkar se-Jateng dipimpin Wisnu Suhardono berlangsung tertutup sejak pukul 20.30 WIB hingga pukul 23.00 WIB.

Ketua Harian DPD I Partai Golkar Jateng, Iqbal Wibisono membenarkan seluruh peserta rapat bulat mendukung Wisnu Suhardono maju sebagai calon gubernur (cagub) Jateng.

“Sesuai petunjuk dan pelaksana (juklak) partai maka kami meminta kepada DPP Partai Golkar untuk menugaskan Wisnu Suhardono sebagai cagub pada Pilkada Jateng 2018,” katanya kepada Solopos.com seusai rakorda.

Permintaan itu, lanjut dia, akan disampaikan DPD Partai Golkar melalui surat resmi ke DPP. “Secepatnya kami segera mengirimkan surat ke DPP,” imbuhnya.

Mengenai alasan mencalonkan Wisnu, menurut Iqbal karena ke depan Jateng harus dipimpin orang yang profesional, mampu bersikap objektif, dan proporsional.

“Pak Wisnu memenuhi ketiga kriteria tersebut,” tandas mantan anggota DPRD Jateng ini.

Menanggapi dukungan ini, Wisnu Suhardono mengatakan belum dapat mengambil keputusan karena akan melakukan istikarah serta bertanya kepada istri dan anak-anak.

Di samping di internal Partai Golkar juga ada mekanisme survei terhadap calon, sedangkan secara eksternal melihat calon yang akan maju.

Selain itu, sambung Wisnu, Partai Golkar tidak bisa mandiri mencalonkan cagub pada Pilkada Jateng 2018 sehingga harus melakukan koalisi dengan partai politik lain.

“Saya menghormati rekan-rekan DPD II dan DPP, tapi belum bisa memutuskan sekarang,” kata dia.

Sumber : http://www.solopos.com

GolkarJateng Jagokan Wisnu Suhardono pada Pilkada 2018


Demak- Sejumlah pengurus dan kader Partai Golkar wilayah Provinsi Jawa Tengah menggelar pertemuan untuk membahas persiapan menghadapi Pilkada Jateng, di Rumah Makan Kalijaga, Kabupaten Demak, Senin (24/4/2017).

Dalam acara itu disampaikan juga pernyataan sikap mendukung Ketua DPD I Partai Golkar Jateng, Wisnu Suhardono, maju sebagai calon gubernur dalam Pilkada Jateng 2018.

Pernyataan sikap tersebut ditandatangani oleh Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Semarang, Salatiga, Kudus, Jepara, Kota Semarang, Kendal, Demak, Pati, Rembang, Blora dan Grobogan.

"Kami Ketua DPD Partai Golkar Dapil 1, 2 dan 3, bertekad mencalonkan Pak Wisnu maju kandidat gubernur. Kami meminta DPP Partai Golkar agar mencalonkan Pak Wisnu," kata Ketua DPD II Partai Golkar Blora, Siswanto, saat membacakan pernyataan sikap tersebut.

(baca: Ganjar Yakin Isu SARA Tidak Laku di Pilkada Jateng 2018)

"Pernyataan sikap ini akan kami teruskan kepada DPD I dan DPP Partai Golkar," ucap Siswanto.

Adapun Ketua DPD I Partai Golkar Salatiga, Sutrisno Supriantoro, menuturkan bahwa Wisnu berhasil memimpin Golkar di Jateng karena berhasil memenangkan sejumlah pemilihan bupati/wali kota di Jateng.

Dia mengklaim pernyataan politik ini juga disampaikan karena banyaknya dukungan dari kader dan simpatisan Golkar di Jateng.

"Sebagai putra daerah, Pak Wisnu tahu dan mengenal seluk beluk Jateng. Dan tentunya juga paham peta politik di Jateng," kata Sutrisno.

Sumber : https://http://regional.kompas.com