Jakarta - Halangi Buruh Nyoblos, Perusahaan Siap-Siap Dituntut Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone) JAKARTA - Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) mengancam akan menuntut perusahaan yang tidak mengizinkan buruh mencoblos saat Pemilihan Presiden pada 9 Juli. Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea, mengajak seluruh buruh untuk menyalurkan hak suaranya. 

"Kami minta buruh tidak golput, berikan suara untuk pemimpin mendatang. Kalau tidak libur, kami akan gugat perusahaan yang tidak memberikan kesempatan buruh untuk berdemokrasi karena sesuai undang-undang itu pelanggaran," kata Andi di Jakarta, Selasa (17/6/2014).

Pemilihan Presiden akan digelar pada 9 Juli. Ada dua pasangan yang akan bertarung yakni capres dan cawapres nomor urut 1 Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan pasangan nomor urut 2 Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK).

Andi secara terang-terangan mendukung pasangan nomor urut 2. Dia pun membentuk Relawan Buruh Sahabat Jokowi. Andi mengatakan, Relawan Buruh akan semakin menggalakkan konsolidasi dan sosialisasi untuk kemenangan Jokowi-JK, karena waktu Pemilihan Presiden sudah semakin dekat.

Dia menegaskan, Relawan Buruh Sahabat Jokowi akan menggelar konsolidasi dan sosialisasi di seluruh wilayah Indonesia, terutama di kawasan basis buruh sejak Rabu 18 Juni di Semarang, Jawa Tengah dan akan berakhir di Kalimantan Tengah pada 27 Juni.

"Konsolidasi akbar ini akan kita mulai besok di seluruh Indonesia untuk mengawal tempat pemungutan suara. Kita juga perkuat jaringan-jaringan di bawah," terang Andi.

Menurut Andi, Relawan Buruh Sahabat Jokowi merupakan gabungan buruh dari KSPSI dan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI). Anggota dua serikat buruh tersebut ada sekira lima juta.

"Jaringan kita ada di Aceh hingga Papua. Konsolidasi ini untuk memperkuat suara di bawah karena selain relawan buruh kami juga ada relawan nelayan dan relawan rakyat," cetusnya.

Sementara itu, Presiden KSBSI, Mudhofir, mengatakan Relawan Buruh Sahabat Jokowi harus memprioritaskan kerja di lapangan karena Waktu untuk konsolidasi dan sosialisasi sudah semakin pendek.

"Kita harus turun ke lapangan untuk sosialisasi pemenangan Jokowi-JK," ungkapnya.

Pilpres, menurut dia, adalah momentum yang baik bagi buruh untuk menentukan presiden lima tahun mendatang.

"Pilpres ini menentukan nasib bangsa, termasuk buruh. Jadi kita mengajak semua buruh untuk datang ke TPS dan nyoblos," kata dia.

Keputusan KSPSI dan KSBSI mendukung Jokowi-JK, lanjutnya sudah melalui proses panjang di antaranya melihat rekam jejak. Keputusan Jokowi menaikan upah buruh hingga 44 persen salah satu yang membuat buruh terpesona dengan sosok Gubernur DKI Jakarta itu.

"Tinggal sekarang kawan-kawan (relawan) bagaimana tidak lengah. Kalau lengah sedikit bisa masalah, kita harus tetap all out untuk pemenagan Jokowi-JK," pungkasnya.[]

Sumber : http://pemilu.okezone.com