Jakarta - Partai Golkar tidak hanya mengandalkan kadernya dalam mengawasi pemilihan legislatif pada 9 April. Karena ada beberapa mahasiswa yang bersedia untuk menjadi saksi di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Asraf Ali mengatakan, mendapatkan bantuan dari mahasiswa, tetapi partainya tetap akan memberikan pelatihan kepada mereka. Dan mahasiswa ini tidak akan mendapatkan bayaran sepeserpun dari Golkar.

"Para mahasiswa ini tidak dibayar mereka sukarela membantu Golkar," ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (1/4).

Ia menambahkan, saksi yang telah mendapatkan pelatihan akan ditempatkan di TPS. Untuk mempercepat update suara yang diperoleh Golkar, maka mahasiswa yang menjadi saksi akan dibekali dengan laptop.

"Agar data penghitungan di setiap TPS bisa cepat masuk ke Golkar," kata Asraf.

Asraf menambahkan, Golkar menargetkan mampu memperoleh dukungan di atas 15 persen suara dari Jakarta. Karena dengan demikian Golkar akan mampu mewujudkan kesejahteraan warga Jakarta.

"Karena dengan suara 15 persen, Golkar bisa memperjuangkan APBD pro rakyat. Kita konsen melakukan kesejahteraan warga DKI," tutupnya.[]

Sumber : Merdeka.com

Jakarta – Hasil survei nasional Lembaga Klimatologi Politik (LKP) menyebut, partai politik berbasis massa Islam, yakni PKB, PPP, PKS, PBB dan PAN kurang diminati oleh pemilih pemula.

Partai Islam tersebut elektabilitasnya di kalangan pemilih pemula lebih rendah dibandingkan elektabilitas total pemilih semua kalangan dan usia.

“PKB, misalnya jika pemilu dilakukan saat ini dipilih oleh 6 persen responden. Namun khusus di kalangan pemilih pemula PKB hanya dipilih oleh 4,8 persen responden. Kecenderungan itu juga terjadi pada PPP, PKS dan PBB,” kata Usman Rachman, CEO Lembaga Klimatologi Politik, dalam konferensi Pers di salah satu resto kawasan Senayan, Jakarta, Selasa 1 April 2014.

Secara umum kata Usman, persentase pemilih pemula yang mengaku akan memilih partai-partai nasional jauh lebih besar daripada memilih partai Islam. Sebanyak 77 persen responden yang berusia 16 hingga 21 tahun memilih partai-partai nasionalis jika pemilu berlangsung sekarang ini.

“Sedangkan yang mengaku akan memilih partai Islam hanya 19,2 persen dan sebanyak 3,8 persen menjawab tidak tahu,” ujarnya.

Menurut Usman, hasil wawancara mendalam oleh para peneliti LKP ditengarai bahwa hampir semua partai berbasis Islam dinilai cenderung bersifat konservatif. Survei menemukan partai Islam kurang aktif bersosialisasi untuk mendekati anak muda dan tidak pernah berada di posisi paling depan dalam menawarkan ide-ide perubahan.


"Partai Islam dinilai kurang aktif bersosialisasi dengan pemilih pemula"


“Selain itu, partai-partai Islam juga dikesankan sebagai partai ‘Kaum Sarungan’ yang di mata anak muda dianggap kurang gaul,” terang Usman.

Meski PKS sebetulnya cukup agresif mendekati kaum muda di pemilu 2009, dan berhasil menjadi partai Islam terbaik ketika itu. Namun elektabilitasnya runtuh sejak sejumlah elite partainya terjerat kasus korupsi.

Sedangkan partai nasionalis yang menempati elektabilitas tertinggi dari pemilih pemula adalah Golkar yaitu 22,9 persen. Kemudian disusul oleh PDI Perjuangan 20,4 persen, Gerindra 15,6 persen, Hanura 8,4 persen dan Demokrat 6,1 persen.

Survei LKP dilaksanakan 16 hingga 26 Maret 2014 di 34 Provinsi dengan mengambil sampel sebanyak 1240 responden melalui teknik multi-stage random sampling. Dengan margin of error dari survei ini adalah ± 2,8 % dan level of confidence 95 %.

Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara tatap muka dengan responden berpedoman kuesioner. Pemilih pemula dalam kategori suervei kali ini berusia 16 hingga 21 tahun atau yang baru pertama kali memiliki hak pilih dalam pemilu.

Pemilih pemula pada umumnya masih berstatus pelajar SLTA atau mahasiswa program diploma dan S1, meski banyak pula diantara mereka yang tidak bersekolah.

Sumber: viva.co.id

Sukabumi - Ketua Umum dan calon presiden Aburizal Bakrie terus mengimbau agar masyarakat menggunakan hak pilih mereka pada pemilu legislatif 9 April nanti. Rakyat, kata ARB, harus ikut serta menentukan nasib bangsa.

"Tanggal 9 April nanti kita akan menentukan nasib Indonesia ke depan. Maka kita semua harus hadir di TPS," kata ARB dalam orasinya di kampanye terbuka Partai Golkar di Lapangan Mangkalaya, Sukabumi, Jawa Barat.

ARB juga berpesan, saat memilih nanti, masyarakat perlu mempertimbangkan untuk memilih Partai Golkar. Sebab, hanya Golkar yang punya pengalaman memerintah dan mensejahterakan rakyat.

"Kami pernah berkuasa 32 tahun dan belum ada partai lain yang punya pengalaman seperti kita," ujarnya.

"Jadi, pilih nomor berapa untuk sejahtera?" tanya ARB kepada massa, yang langsung dijawab kompak, "Lima!".

Golkar, lanjut ARB, ingin membuat Indonesia lebih maju dan lebih sejahtera. Karena itu, jika ingin Indonesia maju ke depan, harus memilih Partai Golkar.

"Mau sejahtera? Mau Indonesia maju? Pilih nomor 5 pada tanggal 9 April," kata ARB.

Istri ARB, Tatty Aburizal Bakrie yang mendampingi suaminya kampanye juga mengingatkan rakyat agar memilih Golkar agar sejahtera. "Ulah hilap nyak itu kesejahteraan rakyat," katanya.

Caleg Partai Golkar Dewi Asmara mengatakan, rakyat pedesaan yang selama ini belum sejahtera akan disejahterakan. Sebab, partainya ingin membangun Indonesia dari desa.

"Sejak dulu Golkar berjuang untuk itu. Kita juga perjuangkan sampai lahir UU Desa. Melahirkan kesejahteraan masyarakat desa," ungkapnya.

Dewi juga mengatakan Partai Golkar sudah teruji. Partainya juga berpengalaman mensejahterakan rakyat. "Dengan Partai Golkar, rakyat senang, rakyat sejahtera," teriaknya.[]

Sumber : news.viva.co.id

Yogyakarta - Golkar hari ini menggelar kampanye di Sleman, Yogyakarta. ‎Kampanye partai berlambang pohon beringin ini diramaikan kehadiran duo trah Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana (Mba Tutut) dan Siti Hediati Soeharto (Mba Titiek).

Mbak Tutut dan Mbak Titiek hadir ke lokasi kampanye Golkar di Lapangan Degung, Jl Magelang, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (29/3/2014) pukul 10.00 WIB.

Tutut mengenakan rompi warna kuning dan kerudung oranye. Sedangkan Titiek datang dengan blouse warna kuning, rambutnya dikuncir rapi.

Duduk sekitar 5 menit di bangku berlangitkan tenda yang sudah disiapkan untuk petinggi Golkar, Titiek lalu beranjak menyapa pendukung partai berwarna khas kuning itu. Dia menyapa puluhan ibu-ibu yang ‎duduk di bawah tenda untuk pendukung.

"Saking pundi meniko (dari mana-red)?" sapa Titiek sambil tersenyum dan mengulurkan tangan.

Para ibu-ibu menyambut antusias Titiek. Putri keempat itu disalami, diajak cipika cipiki dan didoakan para ibu-ibu. Usai bersalaman dengan Titiek mereka tersenyum lebar, laiknya seorang fans yang didatangi idolanya.

Sekitar 5 menit kemudian, Tutut menyusul beranjak dari kursinya menghampiri para pendukung Golkar. Sama seperti Titiek, putri sulung Presiden Soeharto itu disambut antusias pendukung Golkar.

Sayangnya keduanya belum mau melayani permintaan wawancara. "Nanti saja ya, kan kampanyenya belum mulai," ujar Titiek.

Titiek adalah caleg nomor 1 Golkar di Dapil Yogyakarta. Di dapil Yogyakarta, Titiek di antaranya akan bertarung dengan Ketum Gerindra Suhardi, Menpora dari Partai Demokrat Roy Suryo, dan putra sulung Amien Rais, Hanafi Rais.

Kampanye Golkar di Sleman ini rencananya akan dimulai pukul 10.00 WIB. Ratusan massa sudah berkumpul sejak pukul 09.30 WIB. Ketum Golkar yang menjadi juru kampanye di tempat ini tiba di lokasi pukul 11.30 WIB.

Sumber : http://news.detik.com