Jakarta - Partai Golkar optimis bisa menjadi jawara pada Pemilu 2014. Saat ini Golkar telah mempunyai sistem dan infrastruktur paling komplet dibandingkan dengan partai lain.

"Tak hanya sistem, infrastruktur Partai Golkar di daerah pun baik. Jadi ini modal partai untuk meraih kemenangan. Kalau bicara soal kemenangan, kita harus percaya diri," kata politikus Partai Golkar Indra J Piliang dalam diskusi Pesan Kunci, "Siapa Kuda Hitam 2014" di Galeri Cafe, TIM, Cikini, Jakarta Pusat, (Minggu, 9/3).

Tidak hanya itu, menurut Indra modal lainnya adalah juru kampanye Partai Golkar lebih lengkap. Ia mengatakan, Partai Golkar memiliki 50 ribu juru kampanye. Jurkam dan seluruh kader akan maksimal memenangkan Golkar.

"Jumlah jurkam jauh lebih besar dengan jumlah caleg partai Golkar yang berjumlah 20 ribu," ungkapnya.

Indra menambahkan, PDI Perjuangan merupakan rival terberat. Namun kalau tidak ada hal-hal di luar perkiraan, seperti Joko Widodo dijadikan capres, kemenangan itu bisa diraih.

"Kalaupun kalah capresnya, toh Golkar tetap memimpin kursi legislatif lebih banyak," tandasnya.

Di tempat yang sama, kubu Partai Gerindra tak mau kalah. Partai ini mengklaim akan bisa masuk tiga besar.

"Gerindra satunya-satunya yang merilis programnya ke publik, programnya yaitu, ketokohan bakal capres Gerindra Prabowo Subianto, kedua, keberpihakan dengan nelayan buruh, dan petani, dan ketiga program yang ditawarkan Gerindra, yaitu 6 program Aksi Partai Gerindra," kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon.

Sayangnya, perdebatan tentang program yang diusung setiap partai itu sangat sedikit. Biasanya, perdebatan hanya seputar masalah figur capres, hasil survei dan berbagai kemungkinan yang sangat spekulatif.

"Mungkin pada Pemilu mendatang, baru ada perdebatan tentang program," ungkapnya.

Sedangkan Partai NasDem memilih tak ingin sesumbar. Partai ini yakin semua punya kans sama. "Pilpres 2014 ini semua partai punya kesempatan yang sama, tidak ada yang paling besar. Kalau dulu kita pastikan popularitas Demokrat itu 20 persen, pasti presidennya SBY," kata Sekjen DPP Partai Nasdem, Patrice Rio Capella.

Menurutnya, tidak ada kuda hitam dari semua calon yang ada. Semua partai politik juga sulit mengusung capres tanpa gabungan dengan parpol lainnya.

Ia menambahkan, sampai hari ini Nasdem belum menyebut capresnya. Berbeda dengan parpol lain karena sudah memiliki kursi di Parlemen. Nasdem sendiri masih fokus untuk memenangkan Pileg 9 April mendatang.[]

Sumber : Merdeka.com

Jakarta - Wakil Bendahara Umum Partai Golongan Karya Bambang Soesatyo mengatakan partainya telah menganggarkan Rp 60 miliar untuk dana saksi. "Dana ini diambil dari kas partai," kata Bambang ketika ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Senin, 3 Maret 2014.

Menurut Bambang, partai mempersilakan bila ada calon legislator yang ingin menambah jumlah saksi. Saat ini partai sudah menyediakan kader yang bakal menjadi saksi untuk sekitar 60 ribu tempat pemungutan suara (TPS). Masing-masing saksi mendapat Rp 100 ribu.

Bambang mengatakan Ketua Umum Golkar sudah mengeluarkan instruksi bahwa jangan sampai ada TPS yang tak dipantau kader Golkar. Para saksi sudah diberi pembekalan ihwal mekanisme pemungutan suara, termasuk syarat pencoblosan yang sah. Bambang berharap tak ada kecurangan yang merugikan partainya.

Bambang sendiri telah menyediakan 9.000 saksi untuk daerah pemilihan Jawa Tengah VII, yang mencakup Purbalingga, Kebumen, dan Banjarnegara. Dia merogoh koceknya sendiri untuk akomodasi dan pembekalan para saksinya.

Sama halnya dengan Golkar, Wakil Bendahara Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Rudyanto Tjen mengatakan dana saksi yang dibutuhkan yakni Rp 60 miliar. Namun dana saksi PDI Perjuangan hampir seluruhnya dipenuhi lewat saweran para calon legislator per daerah pemilihan.

Sumber : http://www.tempo.co

Jakarta - Partai Golkar menyatakan telah siap memenangkan Pemilihan Umum (Pemilu) 2014. Hal ini disebabkan Partai Golkar memiliki Juru Kampanye Nasional (Jurkamnas) dan Juru Kampanye Daerah (Jurkamda) yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia.

“Kami satu-satunya partai di Indonesia yang memiliki Jurkamnas dan Jurkamda hingga ke tingkat kecamatan dan desa di seluruh wilayah di Tanah Air,” ujar Sekretaris Umum BKPP DPP Partai Golkar, Rully Chairul Azwar dalam konferensi pers tentang “Partai Golkar Siap Memenangkan Pemilu 2014″ di Media Lounge AMPI, Komplek DPP partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin (17/2/2014).

Menurutnya, saat ini Partai Golkar menyebar 50.000 Jurkamnas dan Jurkamda untuk menjelaskan program-program Golkar kepada masyarakat.Para Jurkamnas dan Jurkamda itu terdiri dari para caleg DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota, pengurus Golkar, tokoh masyarakat, serta simpatisan partai Golkar.

Sebelum terjun langsung ke masyarakat, kata Rully Chairul Azwar, para Jurkamnas dan Jurkamda telah diberi pelatihan untuk memantapkan langkah-langkah sosialisasi dan mobilisasi yang efektif dan efisien. Rully yakin kehadiran Jurkamnas dan Jurkamda dapat meningkatkan perolehan suara Partai Golkar secara nasional.

Rully menilai, para Jurkamnas dan Jurkamda merupakan kader-kader yang teruji dalam menggerakan mesin partai dan memberikan solusi terhadap aspirasi masyarakat. “Mereka adalah kader-kader yang mampu membaur dengan masyarakat setempat,” tegasnya.

Sementara Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI Meutya Hafid menambahkan, Pemilihan Legislatif (Pileg) maupun Pemilihan Presiden (Pilpres) yang sudah di depan mata akan dimenangkan oleh Partai Golkar apabila semua kader partai bekerja keras dan bekerja sama dengan baik untuk memenangkan Pemilu 2014.

“Semua kader harus bekerja keras untuk memenangkan Pemilu 2014. Untuk itu para kader Golkar harus saling bahu-membahu dengan kader Golkar lain di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Dia mengatakan, para Jurkamnas dan Jurkamda merupakan kader Golkar yang telah memiliki modal sosial di masyarakat setempat. “Mereka adalah para tokoh yang telah berbuat banyak di daerahnya,” katanya.

Ditambahkan, Partai Golkar telah membekali para Jurkamnas dan Jurkamda dengan visi pembangunan Indonesia hingga tahun 2045. Partai Golkar juga merupakan satu-satunya partai di Indonesia yang memiliki konsep pembangunan jangka panjang. “Partai Golkar juga akan melakukan pelatihan saksi untuk mengawasi pemungutan dan penghitungan suara,” imbuhnya.

Para kader Golkar yang menjadi Jurkamnas dan Jurkamda diantaranya Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Idrus Marham, Wakil Ketua Umum DPP Sharif Cicip Sutardjo, Wakil Bendahara Umum Erwin Aksa, Ketua DPP Indra Bambang Utoyo, dan para kader Golkar lainnya.[]

Sumber : http://partaigolkar.or.id

Banjarnegara - Partai Golkar mengusung rasa optimistis untuk menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) pada 2014 ini. Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal 'Ical' Bakrie menargetkan partainya meraih 180 kursi di DPR.

"Kita berharap kursi Golkar dari hasil pemilu legislatif ini bisa mencapai 180 kursi," kata Aburizal Bakrie dalam acara pembekalan saksi Partai Golkar di aula kantor DPD Golkar Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (8/2) malam lalu.

Untuk di Provinsi Jawa Tengah, ia menargetkan partainya bisa menyumbang kursi DPR dengan jumlah cukup besar. "Dari Jawa Tengah sendiri, saya meminta agar bisa menyumbang kursi DPR bagi Golkar sebanyak 18 kursi," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, dia juga meminta para kader Golkar untuk tidak merasa malu jika dituding menjadi partai penguasa pada masa Orde Baru. Dia bahkan meminta kadernya untuk merasa bangga bahwa Golkar menjadi partai pendukung Presiden Soeharto.

"Selain membuktikan bahwa Partai Golkar merupakan partai yang paling berpengalaman, saat ini juga banyak orang yang merindukan ketentraman dan kesejahteraan rakyat seperti yang telah dicapai pada masa pemerintahan Presiden Soeharto," jelasnya lagi.

Ia meminta para juru kampanye Golkar yang akan bersaing di pemilu legislatif, untuk memberi penegasan pada masyarakat bahwa Golkar pernah menjadi partai penguasa selama 34 tahun pada masa Pak Harto. "Tidak perlu malu mengungkapkan hal ini. Justru ini menjadi keunggulan partai Golkar karena dengan demikian telah memiliki pengalaman yang panjang dalam memimpin pemerintahan," tambahnya.

Ical menyatakan, bila kelak Golkar menjadi partai pemenang pemilu, tentu Golkar tidak akan sepenuhnya menerapkan model pemerintahan yang seperti yang dilaksanakan pada era Soeharto. Dengan pengalamannya, segala program kesejahteraan rakyat pada masa Pak Harto akan diterapkan. Sedangkan yang tidak baik dan tidak sesuai deng era reformasi seperti sekarang, tidak akan diterapkan.

Mengenai soal pencalonannya sebagai calon presiden dari partai Golkar, Ical mengaku hal itu semata-mata didorong dari keinginan untuk mensejahteraan rakyat Indonesia. "Bukan untuk saya sendiri. Secara ekonomi, saya pribadi sudah dikaruni kelebihan. Demikian juga dengan anak-anak, saat ini sudah memiliki pendidikan yang jauh lebih tinggi," papar tokoh yang kerap disapa Ical ini.[]

Sumber :  http://www.republika.co.id