Aburizal bakrie menyatakan pengurusan berjumlah 199 orang yang terdiri atas pengurus harian berjumlah 118 orang. (Setya Novanto dan Titiek Soeharto Jadi Wakil Ical.) Berikut ini nama-nama politikus yang masuk dalam kepengurusan Ical.

Ketua Dewan Pertimbangan: Akbar Tandjung

Ketua Umum: Aburizal Bakrie

Wakil Ketua Umum:

1. Nurdin Halid

2. Theo L. Sambuaga

3. Setya Novanto

4. Sjarif Cicip Sutardjo

5. Fadel Muhammad

6. Siti Hediati Harijadi

7. Ahmadi Noor Supit

8. Ade Komaruddin

9. Aziz Syamsuddin

 

Ketua Harian: Mohammad Sulaeman Hidayat

 

Ketua Bidang-bidang:

 

1. Organisasi: Freddy Latumahina

2. Kaderisasi: Gandung Pardiman

3. Pemenangan Pemilu Wilayah Barat: Ahmad Doli Kurnia

4. Pemenangan Pemilu Wilayah Tengah I: Indra Bambang Utoyo

5. Pemenangan Pemilu Wilayah Tengah II: Eddy Kuntadi

6. Pemenangan Pemilu Wilayah Timur: Ahmad Hidayat Mus

7. Kajian Bidang Strategis: Rizal Mallarangeng

8. Pemuda dan Olahraga: Daniel Mutaqien

9. Pemberdayaan Perempuan: Ula Nukrawati

10. Tani dan Nelayan: Firman Soebagyo

11. Kemaritiman: Muhidin M. Said

12. Ketenagakerjaan: Robert Joppy Kardinal

13. Pendidikan dan Cendekiawan: Syamsul Bachri

14. Hukum dan HAM: Edison Betaubun

15. Komunikasi, Media, dan Penggalangan Opini: Tantowi Yahya

16. Kerohanian: Ali Yahya

17. Pariwisata, Seni, dan Budaya: Nurul Arifin

18. Ekonomi: Dodi Alex Nurdin

19. Koperasi, Wiraswasta, UMKM: Wisnu Suhardono

20. Pedesaan dan Daerah Tertinggal: Taufan Eko Nugroho

 

21. Pengabdian Masyarakat: Harbiah Salahuddin

22. Hubungan Luar Negeri: Iris Indira Mukti

23. Kesehatan Lingkungan Hidup: Rully Chairul Azwar

24. Pertahanan dan Keamanan: George Toisutta

25. Badan Pengkajian Ideologi dan Legislasi: Ponco Sutowo

26. Desentralisasi dan Otonomi Daerah: Syahrul Yasin Limpo

27. Legislatif dan Lembaga Politik: Rambe Kamarulzaman

28. Industri dan Perdagangan: Airlangga Hartarto

29. Kesejahteraan Rakyat: Roem Kono

30. Energi dan Sumber Daya Alam: Bambang Soegono

31. Hubungan Kerja Sama Ormas: Darul Siska Said

32. Hubungan Eksekutif dan Yudikatif: Fuad Hasan Mashur

33. Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Tinggi: Kahar Muzakir

34. Infrastruktur dan Transportasi: Suharsoyo

35. Otonomi Khusus: Clementinal

36. Penanganan Kerawanan Sosial: Deding Ishak

 

Sekretaris Jenderal: Idrus Marham

Wakil Sekretaris Jenderal:

1. Hakim Komaruddin

2. Emanuel Blegur

3. Muspihin Dahlan

4. Bahriyun

5. Ridwan Hisjam

6. Hamka Kadi

7. I Gusti Putu Wijaya

8. Sirajudin Wahab

9. Tetty Kadi

10. Budi Suprianto

11. Muhammad Sarmudji

12. Azhar Romli

13. Zulfikar Arsye Sadikin

14. Rudi Alfonso

15. Lalu Mara Satriawangsa

16. Siti Markhamah

17. Linda Purnomo

18. Agustian B. Prasetya

19. Trivena M. Final

20. Nursyam

21. Hetifah

22. Mustafa Radja

23. Fatahillah Ramli

24. Fayakhun

25. Misbah Sohim Haris

26. Happy Bone Zulkarnain

27. Erwin Aksa

28. Ferdiansyah

29. Satya Yudha

30. Rofiqul Umam

 

31. Octaviano

32. M. Ikhsan Firdaus

33. Yayat Biaro

34. Riyono Asnan

35. Abdillah Nasir

36. Siti Aliftinah

 

Bendahara Umum: Bambang Soesatyo

Wakil Bendahara Umum:

1. Eka Sastra

2. Arum

3. Ariyanti Dewi

4. Dito Ganundito

5. Eni Saragih

6. M. Yasir

7. Nasir Tamaram

8. Riza Panglevi Pangerang

9. Qori Sukoco

10. I Wayan Gredeg

11. Eldi Suwandi

12. Selina Gita

13. Aziz Kadir

14. Meutya Hafid

15. Ali Mochtar Ngabalin

16. Fahd A. Rafiq

17. Aryadi Ahmad

18. Syamsuddin

19. Anton Sihombing

20. Epin Nurcahya Suhada

 

21. Dewi Yunus

22. Wihaji

23. Haris Sohar

24. Markus Naring

25. Renny Sudiro

26. Agung Bagus Hadi Mahendra Putra

27. Tony Uloly

28. Edi Herman

29. Aditya Moha

30. Riswan Toni

31. Reza Pahlevi

32. Dewi Asmara

33. Dewi Singgih

34. Feno Tetelekta

 

 

http://www.tempo.co/

 

 

 

 

Jakarta - Ketua DPR RI, Setya Novanto, menyambut baik pernyataan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Tedjo Edhy Purdijatno, yang meminta agar Munas Partai Golkar ditunda hingga Januari 2014 mendatang. Dia menilai pernyataan itu sebagai sikap antisipasi.

Setya mengatakan, Partai Golkar akan berusaha menaati aturan, termasuk menjamin situasi kondusif saat pelaksanaan Munas ke-IX di Nusa Dua Bali pada 30 November 2014, mendatang.

"Partai Golkar saya rasa akan mengikuti aturan yang ada. Nanti kita lihat semua persyaratan dan aturannya baru nanti kita bisa mengetahui hal hal yang perlu disiapkan," kata Setya di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu 26 November 2014.

Politisi Golkar ini menambahkan partainya saat ini sedang melakukan pembahasan terkait pelaksanaan Munas tersebut. Dimana pembahasan ini menyangkut berbagai perizinan pelaksanaan nanti.

Sementara itu, mengenai kondisi internal Golkar, mantan Bendahara Umum Partai Golkar itu menegaskan bahwa apa yang terjadi sebagai bagian dinamika politik. Ia meminta semua perbedaan diselesaikan dengan baik.

"Tentu semuanyan akan ada jalan keluarnya. Ini dinamika di dalam Partai Golkar. Mudah mudahan ada jalan yang terbaik," ujar Setya.

Menurut dia, Partai Golkar bukan hanya sekadar partai politik. Lebih dari itu, Golkar adalah sebuah keluarga, dimana semua perbedaan akan dibicarakan dari semua unsur hingga pimpinan.
"Nanti saya akan ketemu dulu dengan Pak Ical. Kita akan bicarakan semuanya," paparnya.

Sebelumnya Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Fadel Muhammad memastikan pelaksanaan Munas Golkar di Bali akan berjalan dengan aman dan kondusif. Dia menganggap kekhawatiran Menko Polhukam terkait potensi kericuhan di Munas.

"Kalau itu merupakan antisipasi, kalau itu nasihat itu kami terima dan kami akan menjaga keamanan, kami bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan munas ini, agar aman dan tenteram," terang Fadel.


Sumber : VIVA.co.id

Jakarta - Ketua DPP Partai Golkar, Rambe Kamarul Zaman, mengatakan HM Prasetyo sebaiknya mengundurkan diri dari partai Nasdem. Menurutnya, hal itu sebagaimana dikemukakan presiden Jokowi yang selalu menyebut-nyebut kalangan profesional. Ia berharap, setelah dilantik menjadi jaksa agung, Prasetyo tidak cenderung ke partai politik.

"Katanya kan yang bersangkutan sebagai pimpinan di Nasdem, kalau kita harapkan harus keluar dari Nasdem. Kan beliau (Jokowi) yang mengangkat, memang lebih baik tidak terikat parpol," kata politisi Golkar yang juga ketua komisi II, Kamis (20/11).

Selain itu menurutnya, Prasetyo juga merupakan anggota DPR. Menurutnya, harusnya Prasetyo sudah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai anggota dewan. Ia mengatakan, menjadi suatu kesalahan jika Prasetyo dilantik menjadi jaksa agung pada saat bersamaan menjabat di DPR.

Sebagaimana peraturan, bahwa dilarang seseorang menjabat di dua lembaga pada waktu bersamaan. Ia menilai, hal itu telah melanggar peraturan.

"Jadi mungkin, kalau benar belum mengundurkan diri, kalau jadi anggota dilantik juga itu suatu kesalahan, harus tertib administrasi," ujar dia.

Namun demikian, ia mengatakan memilih jaksa agung merupakan hak prerogatif presiden. Sebelumnya, katanya, ada banyak preseden terkait posisi jaksa agung yang berasal dari kalangan parpol. Ia menyebutkan, bahwa pernah orang partai seperti dari PBB menjabat sebagai jaksa agung.

Sumber : republika.co.id

Jakarta - Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Ahmad Doli Kurnia menekankan pentingnya organisasi partai politik agar bisa bertahan dengan adanya konsolidasi yang intens.

Menurut Ahmad Doli, sebuah organisasi partai politik akan bisa bertahan, terjamin eksistensinya, dan mampu berkembang secara konsisten serta menjadi besar, apabila organisasi itu terus mampu melakukan konsolidasi organisasi dalam 4 aspek, yaitu ideologisasi, kaderisasi, regenerasi, dan demokratisasi yang dilakukan terus menerus.

Ahmad Doli mengatakan hal itu saat memberikan sambutan di acara peluncuran Buku dan Jurnal AMPG. Dengan judul "Melawan Black Hole: Meretas Jalan Baru Politik Beringin (Refleksi Kritis 50 Tahun Partai Golkar)".

"Buku ini menandakan berkembangnya proses kritik dan otokritik yang menyehatkan di dalam tubuh Partai Golkar, dan saya melihat kepemimpinan Partai Golkar saat ini sedang menuju ke arah yang lebih baik," kata Ahmad Doli Kurnia Kamis (30/10) malam.

Acara peluncuran buku ini dibuat agak berbeda dari biasanya. Jika selama ini selalu diadakan di hotel atau gedung mewah, peluncuran buku ini dilakukan di areal terbuka, tepatnya di Taman Ayodya Jalan Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Selain buku, AMPG juga meluncurkan Jurnal AMPG bertajuk 'Bernas' yang akan terbit satu bulan sekali. "Mudah-mudahan jurnal ini bisa menjadi wahana bagi seluruh komponen Golkar dalam menuangkan ide, gagasan, dan kreativitas yang ditujukan untuk memajukan partai," tegasnya.

Doli yang juga Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPP Partai Golkar ini mengharapkan media ini nantinya bisa menjadi jembatan komunikasi partai dengan jaringan luar, terutama kalangan pemuda dan pemilih pemula. "Sehingga kita senantiasa bisa meng-up date apa perkembangan, interest, need, serta dinamika yang terjadi di luar partai," tandas mantan Ketua KNPI ini.

Meski dilakukan ditempat terbuka ternyata tidak menyurutkan para petinggi partai berlambang pohon beringin ini untuk hadir. Seperti kehadiran Ketua Umum, Aburizal Bakrie, Ketua Wantim Akbar Tandjung, Waketum DPP PG, Agung Laksono, dan sejumlah pimpinan DPP PG, DPD PG dan PD AMPG Provinsi, aktivis pemuda dan mahasiswa.

Sumber : tribunnews.com